Khutbah Iblis
Oleh:
Supatmi
Alkisah suatu masa diceritakan adalah hari yang mengenaskan, disaat perkara telah selesai dikerjakan.Manusia berjuta - juta berjalan ketempat kembalinya, sebagian ada yang ke surga, yang lainya ke neraka. Terlihat jauh dikedalaman, tepat didalam inti neraka, gejola api jahannam menyambar - nyambar. Menghasilkan percikan - percikan api sebesar gundukan gunung.
Terlihat begitu pekat hitam wajah-wajah manusia yang kehilanhan harapan, gelisah, bingung, panik terlihat tak karuan rasanya mereka berkerumun mencari pertolongan. “sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya seseorang dengan wajah begitu ketakutan, terlihat manusia lain yang ditanyamalah begitu panik dan sangat ketakutan tak karuan.
Maka, diantara gemurung api raksasa yang menjadi mimpi buruk umat manusia, iblis menunjukan batang hidungnya, dengan sangat bangga berdiri diatas mimbar. Seluruh manusia spontan menoleh. “mungkin ini harapan kita!” begitu batin mereka. Suasana ricuh kepanikan, mendadak hening. Semua menanti khutbah sang iblis.Dengan mata dinginya, iblis melontarkan pandangannya pada seluruh jamaah dihadapanya. “ kalian tau? Selama ini aku tidak memaksa kalian untuk mengikutiku..”iblis memulai membuka kutbahnya. Manusia-manusia yang penuh harapan, saling berpandangan dan penuh pertanyaan.
“Aku hanya membisikan suatu kebohongan kepada kalian. Yah, seperti ikutilah aku, maka kau akan bahagia,kaya, populer, disanjung, dan bla-bla amabal-ambal lainya,,,’ tapi disisi lain, Allah juga telah menunjukan jalan-Nya dengan jelas didunia pada kalian kau juga tau itu kan..?” iblis bernafas mengambil jeda. Memandang kearah jamaahnya dengan mata yang tertunduk.“Jangan pura-pura bodoh! Kalian tau mana yang benar, tapi kalian memilih mengikutiku!” intonasi iblis semakin meninggi. Maka jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri ini akibat kebodohan kalian!” iblis kembali menuding-nuding kearah jamaahnya.
Dan yaaah...... lagi pula, sekarang tidak akan bisa kita lakukan . Aku tidak bisa menolong kalian, dan kalian pun tidak bisa menolongku . kita akan abadi disini selamanya. Maka saya ucapkan selamat datang di tempat kembali yang paling burukumat manusia!” begitu iblis menyudahi kutbahnya.
Iblis turun dari mimbar, disambut raungan tangis manusia yang semakin menjadi-jadi. Gejola api neraka semakin menggeliat, siap melumat siapa saja yang dulu berkhianat.
Begitulah kisah khutbah iblis. Sebagai wujud kasih sayang-Nya, yang Allah abadikan khutbah mengerikan itu dalam Q.S Ibrahim ayat 22.
Dari semua itu tak ada hal yang membisakan dari percakapan yang belakang,tapi setan hanya membisikan hati manusia itu untuk menyesatkan dari segala kebenaran. Tuhan pun mengizinkan mereka untuk terus melakukan penyelidikan yang selalu ada jurang kepanikan pada diri seseorang itu dengan suatu ketidakpastian yang akan terjadi pada masa yang suram
BalasHapus