Bertani itu menjaga kehidupan
Oleh: Fadzilah Arifin
Sedikit opini ingin ditulis oleh penulis yang ingin menggubris profesi pertanian,tani yang ingin disajikan penulis ini hanya sebagai gambaran analogi saja yang memang profesi ini sangat mulia dipandang dari segi filosofis, petani dalam ekosistem kehidupan atau dalam ekosistem kemasyarakatan ia berperan sebagai produsen dari para konsumen-konsumennya.
Hadirnya petani sebagai penopang pangannya suatu bangsa yang mau berdiri sendiri tanpa harus ekspor dari luar negri, petani juga menjadi profesi yang lazim dan banyak dijumpai khususnya di negri Indonesia, aktivitas pertanian seringkali dianggap sepele karena memang lazim dan hanya memiliki upah yang sedikit sahaja dibandingkan dengan pekerjaan yang prestisius lainnya seperti PNS misalnya, begitulah kiranya peta profesi petani, tetapi asik kiranya mengulik sisi lain dari pekerjaan tani itu sendiri, sebelumnya mohon maaf tulisan ini dituliskan mungkin hanya bualan penulis saja atau aktivitas merenung penulis yang gabut dan ingin menuangkan sedikit renungan sendiri, pekerjaan bertani adalah pekerjaan "menanam lalu memanen" begitulah simpelnya walau ada embel-embel lain sebelum menaman dan sebelum memanen tapi kiranya praktisnya perihal "menanam dan memanen" menaman disini di interpretasikan penulis kearah menanam suatu bentuk kebajikan yang nantinya akan dipanen kembali, menaman disini lebih pada menaman yang tidak hanya habis untuk satu generasi saja atau habis untuk dipanen si penanam saja melainkan merebak ke beberapa generasi sebagai tinjuan ikut berpartisipasi dalam menjaga kehidupan, semisal penulis sajikan contohnya seseorang membuat mesin motor, disini mesin motor adalah sesuatu yang ditanam dan mesin motor itu langgeng digunakan sampai ia usang dimakan zaman, ketika ia digunakan itulah hasil tanamannya di panen dan seseorang itulah petaninya, simpelnya menanamlah karya atau stimulan atau apapun itu yang hasilnya nanti atau panennya tidak hanya berhenti di kita tapi di hari berikutnya, bak seperti petani yang ikhlas menaman dan terus mengerutkan dahi sembari memikirkan bagaimana bisa hasil panennya nanti bisa bermanfaat ke banyak orang dan langgeng.
Kiranya begitu tulisan ini ditulis ingin mengkampanyekan untuk mau menjadi produsen yang ikhlas dan aktif dalam penyelenggaraan ekosistem kehidupan atau kemasyarakatan dengan ikhlas yang hasilnya nanti bisa berupa ketenangan dan kedamaian bagi umat manusia, kiranya juga menghimbau agar pembaca mau senantiasa menaman kebajikan seperti menanam kritik terhadap tulisan ini sebagai bentuk kebaikan agar tulisan ini di evaluasi hehehe sekian
Tak ada yang begitu lazim ketika orang yang direnggut dari keterpaksaan dalam melakukan kegiatan. Generasi-generasi yang udah mulai pudar dari jati dirinya untuk melambaikan sebuah harapan yang sudah mulai putus asa.
BalasHapusDari kami Resvy Andrian Ramadhan terima kasih
Baiklah.
BalasHapus